Tampilkan postingan dengan label trend technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trend technology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

perubahan trend teknologi

10 Perubahan Trend Teknologi 2012

by: luckystarz
Tahun 2011 menandai sejumlah "pergeseran". Event sekelas Consumer Electronics Show di Las Vegas Januari lalu telah  mengirim sinyal perubahan, yang kemudian diteruskan pameran sejenis di Eropa (Bonn) maupun Asia Tenggara (Singapura), akan menjadi tolok ukur trend teknologi untuk tahun 2012.
Sejumlah lembaga riset pasar juga menenggarai  bagaimana produk baru hadir sebagai kompetitor potensial, bahkan lanjut menggantikan pemimpin pasar sebelumnya.
Supaya ringkas dan sederhana, berikut kami pilihkan beberapa arus perubahan trend dalam sebuah ilustrasi terkenal kisah David sebagai sang penantang dan Goliath sebagai yang diunggulkan.


iPad vs Kindle Fire


Genap dua tahun iPad hadir di tengah konsumen dan masih menjadi Tablet paling populer. Statistik penjualan Apple menunjukkan angka 40 juta unit sejak pembukuan April 2010, sementara para pesaingnya harus bongkar pasang strategi pemasaran dengan tambahan berbagai fasilitas dan aplikasi.
Hingga Oktober tahun ini, Amazon dengan berani meluncurkan Kindle Fire, sebuah Tablet berkapasitas 8GB, dan difokuskan untuk menjelajahi literatur (e-books) di dunia maya. Harganya? Yeap, cuma $199!
Kindle Fire akan dikirim ke berbagai negara mulai 15 November 2011 dan diprediksi sanggup mengalahkan iPad dari segi angka penjualan dan popularitas, karena kalau berdasarkan spec nya jelas sangat jauh berbeda.


Tablet  vs Laptop


Ada yang menyebut sekarang adalah masa "post-PC", artinya kita tidak lagi berinteraksi terpaku di depan sebuah monitor dan CPU terpisah, melainkan menjinjing laptop. Tapi, ibarat seumur jagung, booming laptop agaknya mulai beralih dengan munculnya Tablet PC. Akankah laptop begitu saja terpinggirkan oleh kehadiran device yang lebih praktis dan multifungsi? Hasil riset International Data Group memproyeksikan penjualan laptop tahun 2012 masih akan stabil, bahkan mengalami kenaikan tipis sekitar 11%.

Keyboard vs Voice Controls


Hampir 150 tahun yang lalu, dunia modern mengenal mesin ketik. Di era komputerisasi, perannya praktis tergantikan oleh keyboard sebagai input device ke PC. Dan, katakanlah ada puluhan vendor menjadi pemain di segmen peripheral ini. Lantas bagaimana ketika Google dan Apple memperkenalkan sistem input berbasis perintah suara (voice-based)?
Kini para pengguna Android berkenalan dengan Voice Actions sementara pemilik iPhone 4S dengar-dengar semakin "mesra" dengan Siri.
Bukan hanya di platform device, Google juga coba bereksperimen untuk mengintegrasikan Voice Action pada aplikasi browser mereka: Google Chrome. Harus diakui, teknologi ini belum sepenuhnya sempurna (dan mungkin juga kita sebagai pengguna belum terbiasa. Walau bagaimanapun, teknologi perintah suara sudah semakin membumi.


Spotify vs  iTunes


Musik bagian dari hidup. Apple iTunes telah merevolusi industri musik di tahun 2003 dengan menyediakan lagu-lagu yang bisa didownload dengan harga relatif murah.
Oke, di internet kita memang bisa mencari dan mendownload lagu-lagu yang diinginkan (via mediashare etc). Di tengah hilir-mudiknya hits single terbaru, Spotify (dan sejumlah portal layanan music subscription) mulai "merongrong" kedudukan iTunes dengan memberi akses ke "gudang" atau perpustakaan lagu, yang tidak perlu dibeli atau dimiliki, karena pengguna cuma butuh koneksi untuk streaming. Jadi, konsepnya mungkin lebih memudahkan kedua pihak; antara pengguna yang ingin mendengarkan lagu tersebut dan penyedia layanan memberikan akses, sekaligus meraih user tentunya.
Spotify mengklaim saat ini telah diakses lebih dari 10 juta ID user aktif, dimana 2 juta ID di antaranya memilih opsi berlangganan. Dari layanan subscribe (berlangganan) inilah Spotify berharap terus mengalirkan pundi-pundi dollar. Musik untuk semua?? Yes!


BlackBerry vs iOS, Android, dan Windows Phone 7


Di awal 2010, RIM BlackBerry  menjadi smartphone paling populer di kawasan Amerika Utara (NA). Tapi belakangan ini, RIM seakan tak kuasa menghadapi besarnya "bayang-bayang" berbagai operating system lain di platform mobile : iOS (Apple), Android  dan yang teranyar Windows 7. RIM lantas berbenah dan langsung bermanuver dengan meng-uprgade operating system menjadi BBXOS.
Pada acara tahunan Blackberry di bulan Oktober lalu, para engineer RIM membocorkan kemungkinan penggunaan Android pada smartphone mereka. RIM yang berjaya sebagai perintis smartphone kini dalam posisi terjepit oleh 3 OS lainnya. Belum lagi jika di tahun 2014 nanti, Linux siap terjun meramaikan pasar smartphone.


Flash vs HTML 5


Adobe Flash sebagai platform pemutar video di internet tampaknya tak lama lagi bakal tergantikan HTML 5. Dan siapakah yang dengan "jumawa" memulai revolusi ini? Yeap! Apple mensterilkan fitur flash dari setiap produk device iOS. Langkah serupa juga diikuti Microsoft, yang meniadakan Flash plug-ins pada browser seri terbaru mereka IE 10, yang disediakan untuk Windows 8.

HDD vs SSD

Solid-state drives (SSDs) semakin jadi pilihan kebutuhan penyimpanan data (storage) di mobile device, juga laptop. Ukurannya yang mini dengan kapasitas luar biasa, membuat seri Intel Ultrabook dan Apple MacBook Air terlihat ramping. Sistem booting SSD berjalan cepat karena tidak mempengaruhi komponen moving parts, yang diyakini membuatnya lebih tangguh dibanding HDD.


Flickr  vs Instagram


Berapa banyak di antara kalian yang sudah mengunggah (upload) foto melalui Flickr? Situs ini cukup ramah bagi para user dan jaringannya pun didukung sistem yang komprehensif hingga tak heran jumlah usernya sudah mencapai 51 juta akun ID. Di sisi lain, para pengguna iPhone baru saja "berbulan madu" dengan kamera ciamik pada iPhone4 yang dilengkapi fitur share melalui app Instagram.
Sebagai perbandingan, Instagram meraih 9 juta user dalam waktu sepuluh bulan (dan lebih dari 150 juta foto terupload), sementara Flickr selama 2 tahun baru membagikan 100 juta file foto. Bukan hanya itu, pengelola Flickr tambah harap-harap cemas karena situs indk mereka, Yahoo, juga hendak bersinergi untuk meluncurkan app berbasis Android untuk menyaingi Instagram.


Facebook vs Google+


Friendster sebagai pionir jejaring sosial bermetamorfosis menjadi portal game, sedangkan "sang penerus" Facebook justru menjadi platform bagi game-game browser. Di sinilah persimpangan itu. Tak ada hujan, tak ada badai, tiba-tiba Google berinisiatif menciptakan platform jejaring sosial bernama Google+. Lawan yang cukup tangguh bagi Facebook, mengingat kapasitas user yang sudah menggunakan berbagai aplikasi Google bisa sangat diperhitungkan.
Mampukah Google+ menggoyahkan kemapanan Facebook (?) yang menyentuh angka 800 juta user di seluruh dunia (dengan jumlah terbesar di negara-negara maju seperti AS, Inggris dan Eropa)?
Google jelas pantang mundur. Dan 40 juta akun user kini bisa saling berbagi dengan fitur-fitur khas dan semakin "personal" untuk menularkan "plus" satu sama lain. Hei, mengapa keduanya tidak bergabung saja menjadi Facebook (+) plus ??


Mobile Web vs Traditional Web


Lagi-lagi hasil riset IDC (Internet Data Centre) jadi acuan dengan memproyeksikan bahwa di tahun 2015 mendatang mayoritas warga AS akan mengakses internet via mobile device ketimbang PC.
Yup! Lupakan monitor, mouse,keybord dan CPU. Di masa depan, performa smartphone (dan tentunya juga Tablet) akan semakin ideal mengakselerasikan content website dari internet.
Pemakaian internet bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan yang menyatu dalam ritme aktivitas.Ketersediaan mobile device secara massal (dan harga yang relatif kian terjangkau) akan mengubah pola dan gaya hidup kita.

bocoran trend teknologi di tahun 2012

Bocoran Trend Teknologi di 2012


Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali perkembangan yang terjadi dalam teknologi mulai dari munculnya facebook, twitter, iPhone, iPad, aneka ragam prosesor iSeries, notebook, smartphone dan masih banyak lagi teknologi lainnya. Oh ya jangan lupa yang cukup membawa gairah baru bagi dunia dipenghujung tahun 2011 adalah keluarnya aplikasi siri dari iPhone atau Iris dari Android.
Ok sekarang kita langsung aja ya, sepertinya sudah pada penasaran tentang arah trend teknologi yang akan bergerak di tahun 2012 nanti. Apa saja itu?
1) Meluasnya Penggunaaan Augmented Reality (AR)
Wahhh apa ini??? Kalau dibahasa Indonesiakan artinya realitas tertambah.(Hmm Gak ngerti) Begini, Anda pasti pernah mengimajinasikan sesuatu kan… misalnya karakter lucu, gimana kalau imajinasi Anda tadi, menjadi kenyataan didunia? bisa muncul lhooo Anda lihat sendiri dengan mata kepala sendiri. Wahhh pastinya seru ya… Lebih jauh lagi, gimana kalau Anda sekarang main game tapi bukan lewat layar kaca lagi lihatnya tetapi disekitar Anda pun bisa terlihat “petualangan” seperti di game? Wooow menakjubkan! Tidak hanya sampai disitu, Augmented Reality juga membantu untuk hal-hal lain seperti ilustrasi yang menghasilkan sesuatu realitas  3D, hal ini sangat membantu dalam perancangan prototype. Ya semuanya ini mungkin dilakukan dengan bantuan pemrosesan komputerisasi yang dinamakan Augmented Reality (AR)
.
13250481971381311147
2) Tumbuhnya Micro Payment Economy
Wahhh apa lagi ini? ini adalah tren dunia yang terjadi dalam bisnis yang berkaitan dengan teknologi. Sederhananya adalah penghasilan yang diterima mungkin kecil-kecil, tapi berasal dari banyak sumber. Pada kenyataannya, banyak perusahaan besar yang telah menguasai bisnis teknologi, mempunyai kekuatan besar di ranah Internet sehingga membutuhkan ide-ide dari berbagai orang untuk bisnisnya dan tentunya menjual ide Anda tersebut. Untuk setiap hasil penjualan, akan dibagikan kepada Anda sebagai imbalan. Sebagai contoh, Anda merancang desain baju, perusahaan e-commerce X membuatnya menjadi baju dan menjualkannya kepada publik melalui Internet. Tentunya, sebagai individu Anda lebih baik menjual produk lewat perusahaan besar ini bukan? daripada melakukannya sendiri semuanya. Perusahaan untung, Anda untung meski kecil-kecil tapi kalau banyak sumbernya akan jadi banyak juga.
13250482661044582849
3) Populernya Ultrabook
Dulu komputer itu besar-besar bentuknya, kemudian semakin berkembang menjadi Personal Computer (PC) yang lebih kecil seperti yang Anda punyai sekarang, setelah itu muncullah laptop/notebook, dan aneka perangkat komputer lebih modern lainnya seperti PC Tablet, Netbook dan iPad. Lantas apakah PC akan mati? Saya kira tidak, setiap produk punya segmen yang masih mencintainya Nah trend ke depan akan lebih fokus menghadirkan perangkat komputer yang serba tipis dan ringat dan tentunya kemampuan pemrosesan yang semakin baik dengan kemampuan layar sentuh. Mungkin Anda dapat membayangkan MacBookAir sebagai dasarnya dengan fitur lebih banyak. Ingat, ciri khas ultrabook ini mempunya keyboard yang lengkap, bukan seperti smartphone. Tentunya ultrabook akan semakin memeriahkan teknologi dan menarik minat konsumen yang membutuhkan mobilitas yang tinggi dewasa ini.
1325048435451674920
4) Mulai Jenuhnya Sosial Media
Sosial media apa yang paling Anda ketahui saat ini? Facebook, Twitter, Google+, ya mereka sosial media. Di tahun 2012, kemungkinan Facebook akan mempunyai 1 juta pengguna tetapi mungkin lebih banyak berasal dari luar Amerika karena di Amerika sendiri agak stagnan. Twitter, saat ini sedang bertumbuh mencapai hingga 450 juta pengguna, tapi itupun belum tentu aktif semua. Nah Google+ sepertinya agak sulit berkembang, publik kelihatannya tidak terlalu peduli dengan kehadirannya. Semoga saja ada terobosan yang baru ya di sosial media supaya ada sesuatu yang lebih seru di tahun mendatang.
1325048495506384709
5) Ketatnya Persaingan Dalam Chip Untuk Perangkat Mobile
Wow! sepertinya akan seru buat para pengembang dan konsumen akan semakin dimanjakan di tahun mendatang. Hal yang juga terjadi sebenarnya di dunia adalah para pengembang semakin bersaing keras dalam skala mikro untuk memproduksi perangkat yang semakin mendukung untuk jalur mobile. Saat ini Intel, yang merupakan salah satu produsen chip terbesar CPU(Central Processing Unit) sepertinya tidak terlalu terdengar masuk ke pasar mobile. Sebagai informasi, untuk teknologi pemrosesan CPU yang sekarang digeluti Intel adalah berbasis ARM. Anda dapat membaca mengenai ARM di http://en.wikipedia.org/wiki/ARM_architecture.
Disisi lain, ada manufaktur yang sedang berjuang bersama sedang menciptakan CPU baru khusus untuk phone dan tablet, yaitu bernama Pacific Rim Manufacturers. Nampaknya, usaha ini tidak terlalu dipandang menarik oleh pengguna lisensi arsitektur ARM besar seperti Texas Instruments, Qualcomm, Motorola, Marvell, Nvidia, termasuk juga penyedia hardware. Yah, mungkin karena faktor kenyamanan juga :D
13250485881359376195
Selesai sudah pembahasan kita tentang trend teknologi di tahun 2012 mendatang, tentunya tidak hanya di tahun ini saja, tahun-tahun berikutnya, trend yang berkembang di tahun ini akan dapat menentukan masa depan juga. Jadi terus update ya…

news technology


INILAH TREN TEKNOLOGI PADA TAHUN 2012-PREDIKSI DAN RAMALAN TAHUN 2012

INILAH TREN TEKNOLOGI PADA TAHUN 2012-PREDIKSI DAN RAMALAN TAHUN 2012 | Dunia teknologi semakin memudahkan manusia dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Pada tahun 2012 yang akan datang dunia IT akan mengalami tren ke arah cluod computing, karena penyimpanan data lebih murah, tidak nmemakan tempat yang banyak serta bisa diakses dimana saja. Prediksi dan ramalan tren teknologi pada 2012 juga salah satunya situs jejaring sosial akan semakin booming, prediksi lainnya adalah angka kriminalitas di dunia maya akan semakin meningkat pesat. Berikut tren teknologi pada tahun 2012 prediksi dan ramalan.



Konsumerisme dan komputasi awan (cloud) akan menjadi dua tren penting di tahun 2012. Perusahaan IT, distributor hingga pengguna gadget harus menyiapkan diri.

Managing Vice President Gartner, Daryl Plummer, menjelaskan siapapun yang memanfaatkan teknologi harus bersiap beradaptasi dengan cloud maupun konsumerisme. "Pengguna saat ini memegang kendali perangkat yang dimilikinya. Sedangkan pemilik bisnis juga harus mengontrol anggaran IT-nya dalam beberapa tahun ke depan," ungkap Plummer.

Seperti dikutip ComputerWorld, perusahaan IT di masa depan juga harus mengatur anggaran IT-nya, baik digunakan untuk layanan hingga keamanan data. Sedangkan pengguna menginginkan kecepatan layanan IT.

Tapi, berikut adalah 11 prediksi tentang teknologi versi Gartner:

1. Layanan cloud akan lebih murah
vendor akan ramai memakai layanan cloud karena lebih murah. Bahkan teknologi cloud akan memangkas 15 persen pendapatan perusahaan outsourcing terkemuka di tahun 2015

2. Jejaring Sosial Akan Booming
Situs jejaring sosial akan makin booming, meskipun terjadi tumpang tindih pengguna. Seiring dengan itu, perusahaan besar seperti Microsoft, IBM, Oracle, Google dan VMMare juga akan terus membesar.

3. Konektivitas Tinggi
Sekitar 50 persen dari pengguna email kantoran akan mengakses email dari browser, tablet atau perangkat ponsel pintarnya. Hal itu juga mendukung kenaikan pengguna instant messaging, web conference dan jejaring sosial.

4. Pengembang Aplikasi Mobile Marak
Jumlah pengembang aplikasi mobile yang menyasar perangkat tablet dan ponsel pintar akan mengalahkan aplikasi PC. Rasionya mencapai 4:1 di 2015.

5. Pemakai Layanan Cloud Bertambah
Sekitar 40 persen perusahaan akan mengalihkan datanya dari server atau storage biasa ke cloud hingga 2016. Ini berarti permintaan terhadap keamanan data perusahaan semakin meningkat

6. Cloud Publik Akan Meningkat
Lebih dari 50 persen dari 1.000 perusahaan global akan memakai cloud publik di 2016. Hal itu untuk mengefisienkan biaya IT perusahaan

7. Belanja IT Berkurang
35 persen anggaran biaya IT perusahaan akan dikelola di luar bagian departemen IT sendiri di 2015. Beberapa anggaran IT akan direalokasikan ke bagian lain

8. Perpindahan Perusahaan Manufaktur IT
20 persen perusahaan yang biasa mengambil barang manufaktur IT dari Asia akan berpindah ke Amerika Serikat, termasuk Amerika Latin, Kanada dan Amerika Serikat sendiri.Tapi beberapa perusahaan manufaktur yang berkaitan dengan intelektual properti akan direlokasi dari Asia ke Amerika

9. Angka Kriminal Dunia Maya Meningkat
Angka kriminal dunia maya akan meningkat 10 persen per tahun hingga 2016. Sehingga akan menimbulkan kerentanan baru di dunia maya

10. Biaya Tambahan Energi Global
80 persen harga layanan cloud akan memasukkan elemen energi global hingga 2015. Penggunaan energi baik sumber daya alam maupun manusia akan menambah struktur biaya yang kemudian baru terbentuk harga

11. Perusahaan Dituntut Mengefisienkan Data
Sekitar 85 persen dari 500 perusahaan terkemuka akan mengalami kegagalan dalam mengantisipasi keefisienan datanya. Namun perusahaan akan menjadi semakin kompetitif di 2015.

pengaruh perkembangan teknologi dalam bidang industri retail

Pengaruh Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Komputer Terhadap Trend Industri Retail > Mesin hitung Kasir.


Di tahun 1980 masih banyak diantara kita di Indonesia yang belum melek komputer, sehingga pada saat itu kita sudah sangat bangga jika menggunakan mesin tik elektronik. Tahun 1987, kita mulai mengenal komputer ber-prosesor 286, dimana untuk menghidupkannya masih menggunakan disket DOS. Selain itu sistem operasi pada saat itu msih belum open system, sehingga sistem PC tidak dapat berkomunikasi dengan sistem lainnya yaitu Mac.Untuk mengirimkan files kepada seseorang yang berlainan kota, kita masih membutuhkan jasa pos atau kurir. Tahun 1990, orang Indonesia dengan bangganya menenteng organizer elektronis bermemori 2 MB untuk dapat disebut melek teknologi.

Salah satu penerapan teknologi informasi di ritel

Salah satu penerapan teknologi informasi di ritel
Saat ini teknologi komputer sudah berkembang demikian pesatnya . Di pasaran komputer kini telah sampai ke teknologi komputer berprosesor Pentium IV dengan kecepatan sampai 2 Gz dan memori 1.5 GB. Orang juga dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar informasi walau pun sistem operasi komputernya berbeda, karena kini sistem operasi sudah open system. Untuk mengirimkan file, semudah mengklik sebuah program. Fungsi kantor pos untuk berkirim surat mulai berkurang peranannya. Kini tempat organizer elektronik digantikan oleh PDA (Personnel Digital Assistenat), atau Pocket PC dengan memori sampai 64 MB dan sistem operasi PalmOS atau Windows Pockect PC 2002, yang diluncurkan October 2001 lalu. Dengan kehadiran PDA mobilitas orang kini tidak lagi menjadi halangan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi di internet, mau pun melakukan aktivitas seperti mengetik atau membuat perhitungan dengan spread sheet.

Salah satu contoh penerapan teknologi tinggi di bidang usaha ritel

Salah satu contoh penerapan teknologi tinggi di bidang usaha ritel
Hal yang sama terjadi dengan teknologi komunikasi (telpon). Tahun 1977, mobile telepon masih sebesar tas jinjing. Kini ukuran dan kemampuan mobile telepon sudah melompat jauh. Ukuran mobile phone kini sangat kecil dan dilengkapi dengan teknologi baru seperti Blue Tooth dan GPRS. Telpon seperti ini dipadukan dengan PDA, mampu membawa pemiliknya ke dunia maya secara mudah, tanpa perlu pasang-pasang kabel. Operator telpon juga semakin banyak, tahun 1975 kita hanya mengenal Telkom untuk telpon rumahan dan teknologi AMPS untuk mobile telepon. Kini kita memiliki lebih banyak pilihan misalnya Telkom, Ratelindo, C4, AMPS, GMS 900, CDMA, GMS 1800, dan PSN (telpon satelit). Untuk sambungan internasional pun tersedia alternatif yang jauh lebih murah melaui VOIP di internet.

Contoh konfigurasi jaringan ritel yang terintegrasi
Contoh konfigurasi jaringan ritel yang terintegrasi

Trend di atas mau tidak mau akan berimbas pada perkembangan industri retail di tanah air. Retailer di Indonesia perlu mencermati trend ini, agar pada saatnya nanti dapat memaksimumkan kesempatan yang ada untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari trend yang terjadi. Mari kita lihat trend apa saja yang akan menyertai perkembangan teknologi ini.
e-Retailing
“The internet is like a weapon sitting on the table, ready to be picked either by you or your competitors” demikian nasihat yang diberikan oleh Michael Dell, pendiri Dell Computer.. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia baru sekitar 1% dari jumlah penduduk atau lebih kurang dua juta orang. Walau pun demikian pada masa mendatang jumlah ini akan terus mengalami peningkatan. Sehingga tidak salah jika dikatakan trend blue chip di masa mendatang adalah non-store retailing melalui internet yang dikenal dengan e-retailing, e-tailing atau e-Commerce B2C.
Melihat pengalaman di Amerika, survey dari Boston Consulting Group (BCG), menunjukkan bahwa pada tahun 2000, e-retailing tumbuh dengan laju 120% dan mencapai penjualan senilai 33 milliar USD. Pada tahun 2001 diperkirakan tumbuh 85% dengan penjualan mencapai 61 milliar USD (Retailernews.com, Feb 2001).
Produk apa yang cocok dijual melalui internet? Produk yang penjualanya didukung oleh impulse buying atau produk tak bermerek yang karakteristiknya ditentukan oleh evaluasi secara organoleptik (evaluasi pancaindera terhadap bentuk, tekstur, warna, rasa, dan bau), tidak akan sukses jika dijual melalui e-retailing. Produk yang cocok untuk dipasarkan melalui internet adalah produk rasional. Artinya produk yang dijual harus produk yang mudah dideskripsikan, memiliki loyalitas merek yang tinggi atau mereknya sudah demikian dikenal oleh target pembelinya, misalnya buku, komputer, camera, appliances, peralatan kantor, produk kecantikan, produk kesehatan dan pakaian. Riset dari BCG, menunjukkan bahwa kategori seperti komputer, buku, mobil, produk kecantikan dan kesehatan merupakan kategori yang paling pesat pertumbuhan penjualannya di internet. Untuk produk makanan dan toiletries, hanya merek-merek terkenal yang paling umum dikonsumsi yang mungkin sukses dijual secara e-tailing. Sedangkan untuk produk fresh seperti daging, ikan dan buah masih sulit untuk dipasarkan melalui e-tailing karena perilaku pembelian konsumen yang sangat khas untuk produk-produk ini. Untuk membeli produk fresh pembeli butuh melihat, menyentuh dan membaui terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian.

IT Application for business and commercial
Didukung oleh perkembangan teknologi PDA, barcoding dan mobile telpon, e-tailing masa depan akan sangat jauh berbeda dengan praktek yang terjadi sat ini. Pada masa depan berbelanja akan semakin singkat, mudah, dan praktis. Kita dapat memesan produk melalui PDA/mobile phone yang dilengkapi dengan barcode scanner, bayar dengan ATM atau credit card secara on-line. Teknologi I-Home yang dikembangkan oleh Cisco Systems, bahkan sanggup membuat kulkas kita memesan barang secara langsung ke supermarket, jika stock barang di dalamnya dibawah stock minimum yang kita set. Selanjutnya pesanan dapat kita ambil sendiri atau langsung diantar via delivery service.
Barcoding Shopping
Selain berbelanja melalui internet, tentunya di masa depan kita juga masih dapat berbelanja langsung ke supermarket. Namun supermarket masa depan akan jauh berbeda dengan supermarket yang ada saat ini. Jika sekarang kita memilih barang dan meminta cashier menscan barcode-nya, maka di masa depan kita menscan sendiri barang yang kita inginkan dengan handheld terminal yang disediakan toko atau PDA yang kita miliki. Lalu meletakkan barang di trolley khusus yang dilengkapi barcode reading dengan teknologi seperti blue tooth. Jika barang belum di-scan, alarm pada trolley akan berbunyi, mengingatkan kita untuk menscannya dulu. Total harga barang yang telah di-scan dapat dibayar via ATM atau credit card secara on line lewat PDA atau hand phone. Selanjutnya kita langsung menuju pintu keluar untuk mengambil receipt dan membungkus belanjaan.

Sistem Check Out Kasir Sendiri (Self Service)
Toko-toko mungkin tidak lagi membutuhkan cashier atau pun cash register. Para cashier harus mulai berpikir untuk menemukan pekerjaan baru! Dengan teknologi seperti ini toko akan beroperasi lebih effisien, dan mampu mengontrol shrinkage lebih baik. Sekarang teknologi seperti ini sedang dikembangkan oleh Wal-Mart bersama Symbol Technologies.
Teknologi diatas dimungkinkan dengan adanya teknologi wireless LAN dan teknologi barcoding yang dikembangkan oleh Barpoint.com bekerjasama dengan Palm Pilot, Teknologi CueCat dari CueCat.com dan deBarcode.com. Saat ini teknologi seperti ini sedang dikembangkan oleh Radio Shack dan CueCat di AS. Misalnya jika kita berkunjung ke outlet Radio Shack, kita akan diberikan satu unit CueCat gratis untuk dihubungkan ke unit PC di rumah. Dengan alat ini kita dapat menscan barcode dari produk yang dicantumkan di iklan majalah atau catalog Radio Shack, untuk selanjutnya browser internet akan meload data profil produk tersebut melalui PC. Jika tertarik, kita dapat langsung memesannya secara on line. Dan barang pun akan segera dikirimkan ke rumah kita.
Di masa depan fungsi seller (pramuniaga toko) dapat digantikan oleh tokoh animasi, yang dengan sigap dan tak kenal lelah menjawab seluruh pertanyaan calon pembeli melalui computer station yang dipasang di area toko. Jadi jangan kaget jika di masa depan kita dilayani oleh Lara Crox, saat berbelanja di supermarket.
e-Price Comparation
Perkembangan teknologi e-retailing dan e-barcoding , akan mendorong berkembangnya pelayanan cyber price survey. Melalui jasa seperti ini, jika ingin mengetahui atau membandingkan harga yang ada di pasar, konsumen dapat dengan mudah mengakses situs tertentu dan memperoleh informasi tersebut. Informasi yang diberikan dapat berupa Nama Barang, Nomor Barcode, Nama Manufacturer, Spesifikasi Barang, dan Harga Jual di retailer A, di retailer B atau retailer lain yang diminta.
Dengan teknologi seperti ini mekanisme pasar akan lebih effisien. Konsumen akan semakin mudah menentukan, retailer mana yang lebih murah dan mana yang lebih mahal. Jika tidak memiliki nilai tambah yang significant, jangan harap retailer dapat menarik hati calon pelanggan. Semakin jelaslah bahwa dimasa depan retailer harus ekstra keras mengeffisiensikan sistem operasi dan sistem supply chainsnya jika ingin sukses. Hilangkan in-effisiensi dalam supply chain, kurangi jumlah supplier untuk satu jenis produk yang sama 25% setiap tahunnya, berikan empowerment kepada tiga orang terbaik bukan anggota keluarga untuk mengelola usaha, jauhkan sepupu dari usaha kita, rekruit orang-orang yang memiliki integrasi, dan berikan mereka gaji dan benefit yang memuaskan. Tanpa itu … selamat tinggal! Dan selamat bergabung di dunia under dog!
Quick and Efficient Customer Response (QECR)
Trend berikutnya yang akan terjadi dengan diserapnya perkembangan TI ke Indonesia adalah penerapan QECR dalam proses logistik dan distribusi barang oleh retailer. Prinsip utama QECR adalah pemanfaatan teknologi guna meningkatkan effisiensi dan kecepatan respon dari retailer terhadap permintaan pasar, dengan demikian perkembangan teknologi komputer dan komunikasi akan berdampak besar terhadap QECR. Saat ini sistem manufacture, distributor dan retailer merupakan tiga sistem yang terpisah dan tertutup. Di masa depan ke tiga sistem ini akan menjadi satu, karena tuntutan effisiensi yang lebih tinggi.
Saat ini praktek QECR berkembang pesat di Eropa, terutama di Inggris. Tesco melalui penerapan QECR misalnya, mampu menurunkan level stock di rantai mereka dari 46 hari pada tahun 1978 menjadi hanya berkisar 17 hari di tahun 1997. Jika berminat untuk menerapkan QECR, maka dua landasan implementasi QECR berikut harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu :
Trust antar komponen rantai permintaan (demand chains).
Relationship win-win antara retailer dengan supplier.
Tanpa dipenuhinya kedua hal di atas jangan harap penerapan QECR akan berhasil. Selanjutnya untuk menjamin keberhasilan penerapan QRCR maka fokus manajemen harus diarahkan pada hal-hal berikut:
Penerapan micro merchandising.
Penerapan interface multifungsi dalam hubungan retailer-supplier.
Ada sistem pemantauan PLC (Product Life Cycles).
Penerapan category management.
Product replenishment yang effisien.
Memaksimumkan penerapan teknologi.
Implemantasi QECR oleh retail akan menjadi satu kompetitif advantage di masa depan, sepandan dengan besarnya investasi yang harus ditanamkan oleh perusahaan. Wal-Mart misalnya menanamkan investasi senilai 2.4 juta USD pada tahun 1983 hanya untuk membeli teknologi komunikasi via satelit untuk meningkatkan effisiensi distribusi dan logistiknya. Pada awalnya Sam Walton, sang pendiri, enggan mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk komputerisasi. Namun akhirnya ia mengalah terhadap desakan para top managernya seperti David Glass, Jack Shewmaker dan Ron Mayer. Dua tahun pertama investasai ini belum menunjukkan hasil. Namun investasi tersebut akhirnya diakui sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan Wal-Mart saat ini. Sehingga Wal-Mart mampu menggabungkan sistem mereka dengan sistem para suppliernya. Dengan demikian mereka mampu membeli dengan harga lebih murah, plus biaya logistik & distribusi yang lebih effisien Tak heran jika mereka dapat membuktikan bahwa jika belanja di Wal-Mart … Every Day Low Price! Kini Wal-Mart adalah retailer terbesar dalam hal omzet di dunia. Semua pencapaian itu memang tidak gratis, total investasi Wal-Mart pada saat itu untuk membeli teknologi komputer dan komunikasi satelit hampir mencapai 700 Juta USD.
Hal yang menggembirakan adalah kesadaran dari para manufacture (supplier) untuk turut memperbaiki teknologi komputerisasi dan komunikasinya. Sehingga dengan adanya upaya dua pihak,. retailer-supplier; Untuk sama-sama memperbaiki teknologi mereka, biaya investasi diharapkan dapat lebih murah. Contoh kolaborasi retailer-manufacture dalam program supply chain integration, misalnya antara Wal-Mart dan P&G. Manufacture lain misalnya Nestle, mengembangkan sistem supply chains berbasis internet. Nestle menanamkan USD 1.8 milyar untuk mengembangkan sistem tersebut. Sebelumnya Nestle memilki 5 sistem e-mail dan 20 versi software accounting, dengan sistem barunya ini, Nestle mulai beralih menuju penggunaan satu paket software. Database Nestle menggunakan satu kode produk tunggal, sehingga pembeli produk Nestle di satu negara dapat membeli produk yang sama dari divisi Nestle di negara lain. Seluruh database Nestle disentarlisasikan di 6 pusat data, dan dapat diakses lewat internet. Nestle juga dapat mengetahui berapa banyak pembelian yang dilakukan oleh satu account, proses negosiasi dilakukan tersentalisasi, sehingga memberikan volume yang lebih besar per satu purchase order, dengan demikian lebih effisien. Pembelian lintas negara menjadi lebih mudah dikoordinasikan.
Non store retailing dan QECR melalui internet merupakan trend blue chip di masa mendatang di Indonesia. Kemajuan teknologi komputer dan komunikasi akan mempercepat pertumbuhan e-retailing dan penerapan praktek QECR. Banyak peluang penghematan yang dapat diambil. Implikasinya, jika ingin tergabung dalam sistem tersebut, maka retailer perlu mengevaluasi apakah sistem dan infrastruktur yang dimiliknya mendukung untuk itu, jika tidak, saatnya sekarang ini untuk mempersiapkan diri, atau terlambat sama sekali.